Sebenarnya bukan karena aku anak seorang petani atau apa, juga bukan karena aku kuliah di jurusan ilmu komunikasi ( gak nyambung kale, , ,) tapi ini memang benar –benar pilihan dari hati (jiah , , dari hati) ini semua karena emang aku pengen deket sama ortu saja kakak-kakakku kerja, yang kerjanya jauh dari rumah, jadi aku pengen jadi yang bisa nemenin ortu itung itung ngeramein rumah.kenaa petani?? soalnya kerja yang ada di desaku juga yang prospeknya bagus juga Cuma jadi petani. Mungkin ortu juga gak setuju kalau aku jadi petani, anggapan mereka adalah “kok rasanya sedikit lebih bangga jika kita bisa melihat anak kita menjadi seperti apa yang kita inginkan, atau setidaknya lebih baik dari kita” kata temenku itu harapan semua orang tua. Apalagi selalu dan selalu merasa agak sedikit teristimewakan karena aku di kuliahin sedangkan kakak-kakak ku tidak. Jadi sedikit merasakan perasaan yang gak bisa di jelasin (kok enak banget yah, kuliah, sedangkan kakak kakak ku enggak, toh aku kuliah atau enggak juga gpp). Sebenarnya terserah aku juga sih menurutku, mau aku jadi mangaka juga oke, tapi setelah tau kalau ortu kita itu sebenernya punya harapan yang seperti itu luluh juga nih, jadi pengen menuhi harapan mereka. Tapi entahlah, keinginan manusia juga terus berkembang seiring berkembangnya pemikirannya. Tapi kayaknya jadi petani juga bukan pilihan yag buruk.
Thanks for read. ^_^